Tuesday, May 27, 2008

Job Vacancy Indonesia

Job Vacancy Indonesia

Vacancy - di Indomobil Suzuki International [Job Vacancy Indonesia Malaysia Singapore]

Posted: 26 May 2008 08:50 PM CDT

Our Client, PT. Indomobil Suzuki International, a multinational automotive
company which produce 4 wheels and 2 wheels vehicle is seeking for :

Senior Regional Officer – R2 (SRO R2 - ISI)

· Male, Age 29 - 33 years old

· Bachelor degree, preferably in engineering

· Experience min 3 years as a Regional Officer / Motorcycle Sales
Area Supervisor
(more…)

Marine Constructions Engineer Vacant Position [Job Career Vacancy]

Posted: 26 May 2008 08:45 PM CDT

One of the largest Fabricators and Construction for Ship Building and
Offshore Constructions in Malaysia, are seeking qualified, experienced
and hard working personnel for the positions as follow:

1. Lead Engineer, knowledge in detail design (4 = Piping,
Mechanical, Electrical)
2. Package Engineer (4= Mechanical, Electical)
3. Senior Engineers/Engineers (19= Structural, Piping,
Mechanical, Electrical, Instruments)
4. Designers (10 = Piping, Instruments)
(more…)

PT Nissan Motor Indonesia Lowngan Kerja S1 [Informasi Lowongan Kerja]

Posted: 26 May 2008 08:25 PM CDT

PT Nissan Motor Indonesia is a manufacture and distributor company of "Nissan" car. Nissan as a worldwide company with Japan investment, invite you to join our team, and grow with...

Visit http://lowongankerjas.blogs.ie for details or click the title link above

BANK HSBC STAFF ACCOUNT SERVICES VACANCY [Info Lowongan Kerja]

Posted: 26 May 2008 08:06 PM CDT

HSBC is one of the world's leading financial services organizations, with over 9,500 offices in 79 countries and territories. Besides being recognized globally, HSBC has also been named the Best Foreign Bank in Indonesia (Finance Asia Magazine) for seven consecutive years. HSBC is an organization that promotes diversity and equal employment opportunities, and implements meritocracy [...]

Kunjungi http://kerja.blogs.ie untuk info lebih detail

Suatu Bangsa Unggul karena SDM, Bukan SDA [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:58 PM CDT

Suatu Bangsa Unggul karena SDM, Bukan SDA
Senin, 12 Mei 2008 | 01:32 WIB
Jakarta, Kompas - Kemajuan suatu bangsa tidak ditentukan dari seberapa kaya sumber daya alamnya, tetapi mutu sumber daya manusianya. Pengembangan mutu sumber daya manusia tidak lain melalui pendidikan.
Demikian, antara lain, disebut mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada wisuda sarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Sabtu (10/5).
Atas kesadaran akan pendidikan, Malaysia, yang pada tahun 1960-an banyak mengirim guru dan pelajarnya ke Indonesia untuk belajar, mengalokasikan 25 persen anggaran belanja negara bagi sektor pendidikan. "Mereka yang sadar peranan pendidikan dan fokus pada bidang-bidang penting bagi kemajuan bangsa lambat laun akan menjadi bangsa maju," kata Mahathir yang ditemani istrinya, Siti Hasmah binti Haji Mohamad Ali, dan didampingi Siswono Yudo Husodo, Ketua Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh suatu bangsa menentukan keunggulan budaya dan masa depan negara. Pengabaian pendidikan berbuah kemunduran dan kegagalan.
Menjelang berakhirnya pemerintahan Mahathir, Malaysia mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika dalam bahasa Inggris sebab kedua ilmu itu lebih efektif bila dipelajari dalam bahasa tersebut.
Beberapa negara Asia, yaitu Jepang, Korea, dan China, tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan dunia produknya ditiru. Menurut dia, bangsa mana pun berpeluang maju berdasarkan mutu pendidikan. "Banyak cerdik pandai Malaysia dan Indonesia sumbang kejayaan negara-negara maju," ujarnya. (GSA)

Beasiswa Yaman S1 s2 Timteng [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:52 PM CDT

Diberitahukan bahwa seleksi beasiswa Yaman Universitas Al Ahqaf dilaksanakan pada

Tahap pertama, pada tanggal 25 Mei 2008 di Pondok Pesantren Kauman Lasem Jawa Tengah. Telpon 08122834780 untuk putra dan putri

Tahap kedua, 1 Juni 2008 di Ponpes Darullughah wadda'wah Bangil Pasuruan Jawa Timur. Telpon: 08883186094 khusus putera.

Tahap ketiga, tanggal 8 Juni 2008 di PP Alkhairat Bekasi Jawa Barat (Jabar) Telp. 081932318294 Berlaku untuk putra dan puteri.

Info selengkapnya silahkan hubungi (1) Habib Hasan Al Jufri Telp. 08122212000. (2) KH. M. Zaim Ahmad Ma'shum. Telp. 081325650650.

Demikian harap maklum dan mohon disebarkan.

Beasiswa Timur Tengah (Timteng) S1 s2 s3 [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:51 PM CDT

Pengumuman UJIAN SELEKSI PENERIMA BEASISWA PROGRAM S2 DAN S3 DAN NON-BEASISWA PROGRAM S1 KE MESIR TIMUR TENGAH PERIODE 2009-2010.

Pendaftaran beasiswa dan non beasiswa ke Universitas Al Azhar mesir kembali dibuka untuk tahun 2008. untuk program S1 dan S2. Departemen agama melalui surat edaran no Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.04/589/2008 yang ditembuskan ke seluruh pondok pesantren dan STAIN di Indonesia.

Pendaftaran ini dibuka tanggal 12 mei sampai 5 juni 2008. dan akan dilakukan tes tulis tanggal juni dan tes lisan 11 juni.. tempat tes tersebar di 14 kota di Indonesia . Dan KBRI Cairo . Dan pengumuman
akan diberitahun melalui websites www.ditpertais.net pada tanggal 30 Juni 2008.

Bagi yang mengikuti tes beasiswa akan diambil 110 terbaik dari hasil
tes dan akan disaring lagi menjadi 910 orang di kedutaan mesir di
Jakarta . Sedangkan non beasiswa, akan diambil jika hasil nilai tesnya
60 keatas.

Selengkapnya Download info dan formulir beasiswa Mesir S1 s2 s3 periode 2009-2010 di sini (file pdf)

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Beasiswa S1 Dalam Negeri [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:48 PM CDT

SATU KELUARGA SATU SARJANA

Mahalnya biaya pendidikan telah membelenggu saudara kita yang tak
berpunya untuk mengenyam pendidikan yang layak.

BAZNAS dibentuk berdasarkan surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 8
tahun 2001 tangggal 17 Januari 2001. Program ini merupakan salah satu
rasa tanggung jawab kita bersama dalam memperbaiki pendidikan tunas
bangsa selain itu juga sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap
program UNESCO yang merumuskan konsep "Education For All" lewat sebuah
proses visioner yang panjang. Visi itu dituangkan dengan baik dalam
"Earth 2015".

Kini Anda dapat mewujudkan kemudahan bagi mereka yang ingin
melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) mewujudkan mimpi mereka dengan Program "Satu
Keluarga Satu Sarjana". Buktikan partisipasi anda melalui:

transfer rekening:
BCA
6860148577
Atas nama Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Informasi Program dan konfirmasi donasi:

Dinni 021-3904555 (hunting)

Badan Amil Zakat Nasional
Kebon Sirih 57
Jakarta Pusat
www.baznas.or.id

tes TPA Bapenas [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:25 PM CDT

saya mau nanya tentang TPA dari OTO Bapenas, saya ingin tanya tentang tempat tes nya apakah harus di Jakarta, untuk yogyakarta tes dari bapenas ini dilaksanakan dimana dan jadwal nya
bagi yang tahu, mohon informasinya


terima kasih
~yo~

jawab

Halo yo,

ada kok test TPA di Jogjakarta..Saya pernah ngambil soalnya di Maksi UGM, ada juga di MM UGM. Maaf sekali saya ga punya kontaknya. Bisa hubungi sekretariat Maksi langsung tampaknya. Setahun diadakan beberapa kali dan dulu biayanya sekitar 275.

Cheers,
Alf

Cek ke TPA Bapenas yang di Jakarta....mereka punya jadwalnya untuk yang Yogya lengkap. Setahu saya ada dua Universitas yang mengadakan, UGM dan STIE YKPN....jadi kalau bulan ini UGM, bulan depannya STIE YKPN.

Cheers,
Icis

Yo yth,

Saya pernah ambil tes TPA di Jakarta n yang ngadakan MM UGM di Jakarta. Test
TPA penyelenggaranya selalu adalah OTO Bapennas. Tempatnya bisa saja di
kantor Bapennas langsung ataupun MM UGM atau MM UI (tetapi soal2 nya tetap
dari Bapennas). Kalau kamu di Yogyakarta, coba tanyakan ke MM UGM atau ke
kantor Pasca sarjana di Bulaksumur apakah mereka ada rencana mengadakan test
TPA. Biasanya untuk pasaca sarjana selalu diadakan test TPA untuk test calon
MHS baru. Harganya sekira 250 - 350 rb rupiah. Semoga membantu.

Salam,
Maurits

Ola....
Saya pernah ikut TPA Bapenas ketika masuk Manajemen Bisnis IPB. Mungkin ini bisa membantu.
Unit Pelayanan Penyelenggara Tes Potensi Akademik (UPP-TPA) OTO Bapenas Jl. Proklamasi No.70 Jakarta 10320 Telp 021-3911627 Fax 021-3911626.
Mudah2an belum berubah ya..

Untuk Yoan yang sedang memburu beasiswa, utk kota Gudeg silahkan hubungi Fakultas Ekonomika & Bisnis c.q Jurusan Magister Akuntansi (Maksi) atau Jurusan/Program Magister Sains (MSi) dan Doktor Ilmu Ekonomi UGM. Hub Putu/Handayani 0274580726 or 08175464545 (for MSi) atau 085228144815 (MAKSI) ibu siapa saya dah lupa...dicoba aja. Mereka biasanya tiap bulan sekitar 2 kali mengadakan tes TPA OTO Bappenas. Semoga sukses.

Kisah Beasiswa [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:22 PM CDT

Dua Srikandi Inspirator: Ibu Guru BP dan Moderator Dunia Maya


Episode Ibunda guru Amiroh



Aku berasal dari pulau Kalimantan,
yang SD nya saja sekarang telah rata dengan tanah. Namun aku punya
mimpi ingin sekolah setinggi-tingginya! Aku menggenggam bara asa walau
duka lara silih berganti menyapa. Alasan yang sangat klasik tapi nyata,
kemiskinan membelitku seperti remukan ular kobra! Kepapaan dan tanggung
jawabku sebagai anak pertama juga pernah membuatku berhenti ingin
menaklukkan dunia!

Tertatih-tatih
aku lawan kejamnya dunia kapitalis. Aku pastikan diri, kemiskinan tidak
akan membuatku berhenti sekolah. Meski Abah menentang dan memintaku
pulang. Saat itu aku duduk di bangku kelas tiga tsanawiyah di jantung
Jogja. Sepucuk surat jatuh ke pangkuanku,

"Nak,
pulanglah…! lulus tsanawiyah sudah cukup untukmu. Saat ini.
kebangkrutan mendera Abah, menghabiskan segalanya, seperti kobaran api
yang membakar rumput kering di musim kemarau. Abah sudah tidak punya
apa-apa lagi. Bahkan video tua barang peninggalan dari Saudi sudah
dijual untuk mengganjal perut. Alangkah egois jika kamu memilih
bertahan di Jogja, sementara ading-adingmu di rumah membanting tulang membantu orang tua. Kalau kamu di sana
Abah tidak tahu kamu bisa makan atau tidak, tapi kalau kamu di sini,
makan tidak makan, kita hidup bersama." Intinya, Abah menginginkanku
pulang ke Banjarmasin. Berkumpul dengan keluarga berbagi derita miskin bersama-sama.

Waktu itu darah mudaku menggelegak. Aku memilih bertahan. Mengabaikan permintaan Abah. Walau aku belum tahu, kepada siapa aku bisa minta tolong?

Ketika
aku menghadap ibu guru BP yang sholihah, Ibu Amiroh, pertahananku
jebol. Aku tersedu-sedu di sudut ruang BP, menangis di pangkuan beliau
atas pahitnya kefakiran yang ingin merenggutku dari bangku sekolah.
Sampai kemudian beliau menjanjikan sesuatu,

"Nak,
kalau kamu berhasil meraih ranking 1 paralel (nilai tertinggi di antara
peraih juara 1 dari kelas 1 tsanawiyah s/d kelas 3 Aliyah), ibu akan
usahakan agar kamu diberi beasiswa bebas SPP
tahun ajaran selanjutnya. Walau saat ini kamu baru berhasil meraih
rangking 3 dan 2 di semester-semester sebelumnya, ibu yakin kamu bisa!"
Sambil mengucapkan kata-kata penyemangat itu, beliau menatap mataku
lekat!

Masih
kuingat, saat itu aku langsung menggenggam tangan beliau kuat-kuat.
Seakan-akan aku tegaskan pada beliau, kemiskinan ini tidak akan
membuatku berhenti! Kemiskinan ini malah akan menjadi bara abadi, bahwa
aku bisa 'mengalahkan'nya dengan pendidikan setinggi-tingginya!

Sejak
itu, siang malam aku belajar seperti orang gila. Aku 'kesetanan' ingin
membuktikan kalau aku juga bisa menjadi juara 1 paralel! Meski dalam
sejarah pesantrenku selama belasan tahun, belum pernah ada juara 1
paralel dari pulau Kalimantan.

Akhir
tahun ajaran tiba. Setelah sekian pengumuman dibacakan, tiba-tiba
namaku dipanggil ke atas panggung di acara anugerah juara-juara kelas
yang disaksikan oleh ribuan santri dari seluruh penjuru tanah air. Saat
itu kakiku seperti tidak menapak tanah,

"Ananda
Fatimah binti Chairi, dari kelas III B meraih juara 1 kelas IIIB daaan…
Juara 1 Paralel. Kepada Ananda, kami persilahkan ke depan menerima
penghargaan!" Suara bariton Pak Rusydi hampir-hampir tenggelam oleh
sorak sorai teman-teman dari daerah Kalimantan.
Semua mengelu-elukan aku. Mataku pun basah. Beliau berhasil
menghidupkan kembali harapanku sekaligus menyelamatkanku dari putus
sekolah.
Belakangan
aku baru tahu, bahwa beliaulah yang mengusulkan pembebasan SPP selama
satu tahun penuh untukku di hadapan sidang dewan guru dan pembina
Madrasah. Beliau ternyata tidak hanya menyemangati saja, tapi
sungguh-sungguh membela masa depanku.
***
Episode Teh Merlyna Lim
Setiap
tahun aku tepati janji pada motivatorku, Ibu guru Amiroh. Aku nikmati
masa-masa sekolah berasrama penuh prestasi, bahkan aku menjadi ketua
OSIS.. Biarpun kemiskinan belum menjauh, Ibu Amiroh telah membukakan
pintu untukku: Berprestasi dalam pendidikan adalah senjata ampuh
melawan cengkeraman kemiskinan!

Lulus
dari Madr. Mu'allimaat, aku bulat hati melanjutkan ke bangku kuliah,
walau tanpa dukungan finansial memadai dari orang tua. Tersendat-sendat
kujalani kuliah.

Di
saat temanku menikmati kiriman bulanan dari orang tua mereka, aku
berjibaku. Mulai menjadi guru TK sampai berdagang kue dan batik
kulakoni asal halal.

Sampai
pada sebuah titik, aku kehabisan energi! Aku bahkan terdesak 'mengemis'
belas kasihan temanku karena waktu itu aku kelaparan dan sudah dua hari
tidak makan.

Pada
sahabatku aku mengeluh, "Rasanya belitan kemiskinan ini menakdirkanku
untuk tidak berhasil meraih gelar sarjana. Aku seperti pungguk
merindukan bulan!"

Aku
mengalami musibah dan kekecewaan beruntun di tahun 2000. Aku
mempertanyakan keadilan Tuhan. Aku lelah dan ingin menyerah. Kalah.
Pulang ke Banjarmasin meski tidak membawa gelar sarjana adalah pilihan paling realistis saat itu. Apalagi banyak lulusan sarjana disekitarku malah nganggur!

Hingga suatu ketika, aku temukan tulisan-tulisan moderator yang menggawangi milis Beasiswa
yang 'menampar' jiwaku! Seri tulisannya singkat tapi menyentuh
relung-relung kesadaran. Mengingatkan janjiku pada Ibunda guru Amiroh:
kemiskinan harus dilawan dengan prestasi! Membangunkanku kembali pada
mimpi terbesarku. Meraih pendidikan setinggi-tingginya, sebagai salah
satu kunci menghentikan kemiskinan yang menderaku.

Di milis teh
Merlyna membagikan ilmunya yang sangat berharga. Tips dan triks dalam
melamar beasiswa sekaligus memenangkannya. Ribuan jam kuhabiskan
mengubek-ubek isi milis, ketika aku baru selesai Kuliah Kerja Nyata di Gunung Kidul.

Nama
Merlyna Lim sangat tersohor di dunia maya karena ia salah satu
moderator milis yang cepat tanggap atas pertanyaan dan kesulitan
membernya. Hebatnya lagi, itu semua dilakukannya ditengah-tengah jam
kuliah dan penelitiannya yang padat antara Belanda, Hawaii dan Bandung!

Dari milis, aku beranjak mencari tahu tentang dirinya dengan meng-google namanya. Ratusan link muncul menunjukkan siapa dirinya. Luar biasa, Teh Merlyna adalah achiever
sejati! Dia telah meraih aneka penghargaan nasional dan internasional
dan saat itu dia sedang menempuh program Doktoral di Twente University,
Belanda dengan beasiswa internasional yang sangat prestisius. Academic papernya juga telah dipresentasikan di puluhan negara. Aku terbius!

Semenjak
itu boleh dibilang aku terobsesi sekaligus 'iri' padanya. Jika dia bisa
menempuh pendidikan setinggi itu gratis dengan beasiswa, kenapa aku
tidak bisa? Kehebatannya di bidang akademik juga menyuntikkan bara: aku
harus selesaikan pendidikan S1 ku, sesulit dan seberat apapun tantangan
yang kuhadapi. Aku tidak akan bisa mendapatkan beasiswa S2 kalau aku
belum menyelesaikan S1 ku!

Terminal Leuwi Panjang, Bandung
Hari
itu aku berjanji untuk bertemu dengan Merlyna Lim! Setelah sekian lama
aku hanyalah muridnya di dunia maya. Di email kuceritakan, aku
mengagumi prestasinya yang mendunia di websitenya:
http://www.merlyna.org/bio. Aku ingin menyedot langsung energi positif
darinya.
Jelang
keberangkatannya kembali ke Belanda, disela-sela kesibukannya mengurus
penelitian doktoralnya, dia sisihkan waktu untukku, yang bukan
siapa-siapa.

Sekitar setengah jam aku menunggu seperti anak ayam yang hilang karena gak tau Bandung. Akhirnya dari jauh kulihat seorang perempuan keluar dari mobil merah. Putih, cantik, menarik, sederhana dan ramah!

Sambil bersalaman, teteh menarik tanganku, "Ayo Ima, langsung naik mobil, kita cari café yang enak." Aku tidak tahu mau dibawa kemana, tapi yang pasti, aku langsung menyukainya!

Kami tiba di café Atmosphere yang
nyaman sekali. Pemandangan yang terhampar disekeliling bukan main
indahnya. Angin Bandung sepoi-sepoi perlahan mengeringkan keringatku.

Gemetar kubuka obrolan sambil menyalakan tape recorder pinjaman. Dia bercerita tentang keluarganya, hobbynya,
kenangan masa kecilnya yang lucu dan penuh semangat. ITB dan paduan
suara kampusnya, penelitian-penelitiannya dan cintanya pada ilmu
pengetahuan. Juga kisah travelingnya yang seru! Meski sudah membaca blog travelingnya, http://merlynatravel.blogspot.com, tetap saja mendengarkan langsung itu asik! Dia bahkan membawakan foto backpackingnya keliling dunia, yang sudah menjangkau hampir 30 negara lebih!

Dia salah satu perempuan cerdas tapi tidak sombong yang pernah kukenal. Dia pompakan jutaan gigabyte semangat untukku! Mulai siang itu, dia 'kudaulat' menjadi inspiratorku, selain Ibunda guru Amiroh!

Dia
balik bertanya. Dia ingin tahu hidupku. Malu-malu kuceritakan siapa aku
dan mimpi-mimpiku yang tertatih-tatih kuraih. Dia besarkan hatiku,
"Coba terus, Dik, kamu tidak akan pernah tahu batas kemampuanmu kalau
kamu sendiri tidak mencobanya, kita moderator di milis Beasiswa, siap membantu."

Dia Mengajariku Membagi Ilmu
Dia
membuktikannya! Ketika berulang kali aku mengontak dia untuk urusan
applikasi beasiswa S2 ku ke berbagai lembaga, berulang-ulang juga
emailnya datang memberikan masukan-masukan yang sangat berharga. Bahkan
ketika dia sedang sibuk dan di ujung dunia paling jauh sekalipun!

Di
penghujung tahun 2003, aku mendapatkan kepastian: memperoleh beasiswa
S2 ke Inggris dari Ford Foundation. Pendidikan tak hanya memerdekakanku
dari kemiskinan harta dan ilmu, tapi juga mengantarkanku ke berbagai
negara, seperti inspiratorku!

Dia
mengajariku satu hal yang sangat penting, kita tidak akan pernah
kekurangan sekali pun kita membagi yang kita punyai. Sebaliknya kita
malah akan semakin kaya karena memberi. Seperti pesan Nabi Mulia, "Al Yadul 'ulya khairun minal yadis sufla." Tangan di atas (jauh lebih) mulia dibanding tangan yang di bawah."
***

Beasiswa S1 S2 S3 Luar Negeri [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 26 May 2008 07:20 PM CDT

Salam sejahtera untuk seluruh moderator milis dan para scholarship hunters,

Dulu, sekitar tahun 2003 saat saya baru saja berhasil mendapatkan beasiswa IFP dari Ford Foundation, salah seorang moderator yang saya cintai meminta saya untuk menuliskan kisah jatuh bangun perjuangan saya dalam memperoleh beasiswa tersebut dan di share di milis ini. Waktu berlalu, kesibukan menyergap saya dan saya terlupa.

Namun, baru-baru ini website Indosiar mengadakan lomba penulisan Cerita Mini [Cermin] dalam rangka peringatan hari Kartini dengan tema: Perempuan: Cerita, Cita dan Cinta. Dan tiba-tiba memori saya melayang pada kenangan bertahun-tahun lampau, mata saya basah dan tangan saya menari, menggambarkan kisah yang abadi dalam memori saya, tentang sesosok moderator milis Beasiswa!

Hasilnya, tanggal 22 kemarin diumumkan kalau tulisan saya menyisihkan 132 tulisan lainnya, masuk ke dalam 10 besar dan sekarang adalah pertarungan voting sesama 10 besar.

Tadi siang baru saja diumumkan lagi kalau tulisan saya masuk 5 besar! Alhamdulillah. Kebahagiaan ini saya fikir bukan milik saya semata, tapi juga merupakan hadiah cantik untuk para moderator milis ini yang telah mendedikasikan dirinya membantu kami-kami hingga berhasil meraih beasiswa di berbagai negara.

Dan besok lusa, tanggal 28 Mai tepatnya, akan diumumkan 3 pemenang.

Untuk memenuhi janji saya, kisah yang tertunda itu izinkan saya posting sekarang, selamat membaca, dan jika teman-teman berkenan, mohon voting sekaligus di sini:

http://ww1.indosiar.com/v7/lomba-cermin/read.htm?id=14

Terima kasih.

PhD fellowship in agricultural economics — Ireland [Beasiswa Indonesia Scholarship]

Posted: 26 May 2008 07:12 PM CDT

PhD fellowship in agricultural economics Rural Economy Research Centre, Teagasc & UCD, Ireland (Ireland) Ireland: PhD Studentship in Agricultural Economics, Teagasc & University College Dublin PhD Studentship description This project evaluates the economic costs and benefits associated with alternative management practises of Genetically Modified (GM) crop technology. Specific research questions relating to the following issues will be examined: (i) a comparison of the [...]

For details and more daily-updated scholarship visit: http://beasiswa.blogsome.com

PhD studentship: Center for Comparative and International Studies (CIS) Zurich [Informasi Beasiswa Indonesia]

Posted: 26 May 2008 07:02 PM CDT

PhD Student (60%) Center for Comparative and International Studies (CIS), ETH Zurich (Switzerland) The Center for Comparative and International Studies (CIS) at ETH Zurich seeks a PhD Student (60%) interested in writing his/her PhD thesis in the context of a project on water management in the Zambezi river basin. Research area: Your PhD research will be part of a large interdisciplinary project [...]

Baca info beasiswa selengkapnya di http://beasiswa.blogs.ie atau klik link judul di atas.

Kondisi Studi di Rusia [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 22 May 2008 06:00 AM CDT

Dear All,

Saya ingin tanya. Teman saya sedang bimbang untuk melanjutkan beasiswanya ke Rusia. Dia saat ini memang belum berangkat, dan selama menunggu keberangkatannya ini, dia mencari info tentang hidup di Rusia. Sepertinya info yang dia peroleh selalu berbau negatif (pembunuhan terhadap orang2 migran, diskriminasi, dll).

Apa ada dari teman2 yang bisa memberikan informasi kepada saya bagaimana kondisi sebenarnya disana? Apakah semenakutkan itu atau ada realitas lain?

Apa ada dari teman2 yang tahu kontak PPI Rusia?

Mohon infonya ya :)

Terimakasih banyak

Aryani Tri Wrastari
- W W J D -
Psychology Faculty of Airlangga University
Surabaya - Indonesia
www.psikologi.unair.ac.id

JAWAB

Buat Aryani

Tidak benar isu itu. Saya sekarang sedang kuliah di Rusia mungkin bisa lihat kondisi sekolah di rusia di www.balagu.com, lalu pilih Balagu RUSIA.
Kebetulan disitu ada informasi tentang Sekolah di Rusia.

Rusia sekarang bukanlah seperti yang anda lihat dan dengar waktu berada di Indonesia. perlu Aryani ketahui bahwa Sekolah di rusia sekarang sangat mahal biayanya. Moscow adalah Kota termahal No 1. Di dunia. Sedangkan Saint Peterburg adalah Kota no 6 Termahal di dunia.

Kebayakan Informasi yang masuk ke Indonesia semua bernada negatif, memang Rusia sedang berada di masa transisi dan sudah menuju menjadi salah satu kekuatan besar di dunia.

Masalah pembunuhan dan diskriminasi itu tidaklah benar sepenuhnya. Kebayakan yang meninggal adalah anak mahasiswa yang kebetulan dia suka di kehidupan malam dan meinggalnya juga kebanyakan di Diskotik karna kriminalitas. Selama saya disini kabar tentang Rusia sangatlah sangar seperti jaman batu, mungkin perlu disadari ini akibat konflik perang dingin sehingga kita masuk didalam blok blok pemikiran sempit sehingga kita hanya meilai suatu negara berdasarkan Isu2 tertentu. Misalnya Rusia dibilang negara Komunis dan Tidak Beragama. Itu 100 % TIDAK BENAR...

Disini hampir semua tempat ada Gereja Ortodok rusia. jadi Aapakah RUSIA Negara Yang TIDAK BERAGAMA?
Di Saint Peterburg Ada Mesjid Terbesar yang merupakan Saksi Sejarah dimana Mesjid Itu awalnya ada karna Peranan Presiden RI 1. BUNG KARNO, dan sampai detik ini juga masih berdiri KOKOK di Saint Peterburg. Waktu Kedatangan Presiden SBY Ke Rusia, Beliau sempat Sholat Jumat di Mesjid Ini.

Untuk Informasi Selanjutnya mungkin bisa melihat langsung di www.balagu.com pada kolom BALAGU RUSIA, atau bisa langsung mengirimkan email ke saya untuk menanyakan informasi2 tentang rusia, Saya akan membantu memberikan informasi tersebut. Email bisa dikirim ke balagunet@yahoo.com

Mungkin sekian dulu ulasannya, saya menunggu pertanyaan berikutnya, Semoga bisa membantu anda

Salam

Maurits Wattimena

magister Student - LETI (Leninggrad Elektrotyeknic Institu)
Saint Petersburg - Rusia

Masuk PTN Bisa Lebih dari Rp 100 juta [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 22 May 2008 05:57 AM CDT

Jalur Masuk Amat Beragam
Senin, 12 Mei 2008 | 01:39 WIB
Jakarta, Kompas - Biaya masuk perguruan tinggi negeri bisa mencapai angka di atas Rp 100 juta, sementara setiap semester dapat mencapai Rp 70 juta. Tingginya biaya tersebut semakin memperkecil akses masuk ke pendidikan tinggi.
Demikian benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan).
Besar biaya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut bergantung pada program S-1 yangdiambil serta bidang ilmu yang dipilih. Program tersebut beragam dan berbeda antara satu PTN dan PTN lain. Bahkan, ada PTN yang membuka program internasional. Pada program ini, mahasiswa membayar biaya berlipat-lipat dibandingkan program reguler pada setiap semesternya.
Bagi para calon mahasiswa yang gagal masuk melalui program S-1 reguler lewat seleksinasional masuk PTN (SNMPTN), hampir semua PTN yang dihubungi memiliki program non-SNMPTN. Biaya masuk program non-SNMPTN ini lebih tinggi dibandingkan jalur SNMPTN. Program non-SNMPTN ini pun berbeda antara satu PTN dan PTN lain—ada yang memiliki lebih dari lima program.
Semua angka tersebut bisa kita bandingkan dengan biaya kuliah di National University of Singapore yang biayanya (tuition fee) berkisar 9.540 dollar Singapura-27.350 dollar Singapura atau di Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, yang memasang biaya 1.167 ringgit Malaysia hingga 1.500 ringgit Malaysia.
Kelas internasional
Dari sejumlah program seleksipenerimaan mahasiswa baru, yang termahal adalah jalur internasional. Universitas Indonesia pada tahun ini menerapkan jalur tersebut.
Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri menjelaskan, selain program S-1 reguler, pihaknya membuka kelas internasional untuk Fakultas Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, dan Ilmu Komputer. Biaya kuliah per semester tiga kali lipat program S-1 reguler.
Untuk Kedokteran, uang pangkal (biaya masuk) Rp 70 juta, dengan biaya per semester Rp 35 juta. Fakultas Teknik uang per semester Rp 20 juta, uang pangkal Rp 15 juta, sedangkan Ekonomi uang pangkal Rp 26 juta dan Rp 25 juta per semester.
Menurut Gumilar, kelas internasional ini berbeda dari kelas reguler. Kurikulumnya adalahkurikulum internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. "Mereka punya ruang kuliah khusus. Fasilitas belajar, seperti ruang kuliah, misalnya, standarnya lebih tinggi," kata Gumilar.
Bahkan, di beberapa fakultas, seperti Psikologi, UI bekerja sama dengan Universitas Queensland, Australia, untuk program double degree dan penggunaan tenaga pengajar asing.
Sementara itu, Universitas Airlangga, menurut Pembantu Rektor I Unair Muhammad Zainuddin, tahun ini berencana membuka kelas internasional. "Segala sesuatunya sedang dirancang," katanya.
Sementara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, jalur non-SNMPTN ada dua, yaitu penelusuran bibit unggul sekolah (PBUS) dan penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Mereka yang gagal di PMDK bisa menggunakan program PBUS dengan syarat sama, nilai rapor SMA semester I-V rata-rata 7,0 dan tak ada nilai di bawah 5,0.
Sumbangan pembinaan pendidikan dari program-program itu sama, yaitu Rp 660.000 per semester. Namun, bagi PBUS masih ditambah biaya pengembangan institusi (BPI), untuk Fakultas Kedokteran Rp 100 juta, tetapi hanya Rp 2,5 juta bagi yang lewat PMDK. Untuk jurusan lain, BPI rata-rata di bawah Rp 10 juta.
Menurut Pembantu Rektor I UNS Ravik Karsidi, pembukaan jalur PBUS dan SPMB swadana adalah untuk memperluas akses masuk bagi calon mahasiswa. Diakuinya, jalur ini adalah jalur "pintar dan kaya".
Sementara itu, menurut Ketua Tim Promosi Institut Teknologi 10 Nopember Budi Santosa, ada 5kategori PMDK, di antaranya PMDK beasiswa. Mereka yang lolos PMDK beasiswa bebas uang gedung dan SPP. Mereka adalah pelajar dengan nilai akademis menonjol. Sementara di Universitas Airlangga ada empat jalur PMDK (umum, prestasi, alih jenjang, dan diploma).
Dari wilayah timur Indonesia, Universitas Hasanuddin membuka tiga jalur non-SNMPTN, yaitu jalur nonsubsidi (JNS), jalur penelusuran potensi belajar, dan jalur prestasi olahraga, seni, dan keilmuan. Yang termahal adalah JNS. Pada jalur ini mahasiswa membayar rata-rata uang kuliah Rp 20 juta setahun, sedangkan dari jalur SNMPTN rata-rata hanya Rp 1,5 juta setahun. Kepala Humas Unhas Dahlan Abubakar mengatakan, dana tersebut untuk subsidi silang. (A05/A10/NAR/INE/JON/EKI/eln)

Interview via Telpon [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 22 May 2008 05:31 AM CDT

yth. milister,

adakah teman2 yang pernah interview beasiswa via telepon? kira2 apa saja untung-rugi dan kendalanya bila dibandingkan dengan interview langsung/face-to-face? apakah kemungkinan lolosnya sama dengan interview langsung? mohon bantuannya, karena saya baru saja dihub. oleh officer dari Neso, dan kebetulan hari yang ditawarkan untuk interview bertepatan dengan penugasan dinas ke luar kota.

terima kasih sebelumnya

salam,
sandi


JAWAB

Yth Sandi,

Walaupun belum pernah diwawancarai via telepon, saya pernah mengikuti
wawancara beasiswa via Skype (VoIP), jadi tidak beda jauh.

Di universitas yang saya daftar itu, wawancara menjadi salah satu
kriteria seleksi walaupun teknisnya berbeda-beda. Dulu kakak teman
saya diwawancarai dengan bertatap muka di salah satu hotel di
Yogyakarta, kemudian dosen saya diwawancarai langsung di Jakarta,
kakak kelas saya via telepon, dan saya baru-baru ini menggunakan
Skype. Tiga yang saya sebutkan pertama berhasil lolos (saya sedang
menunggu pengumuman), jadi saya pikir kemungkinan lolosnya sama saja.
Semua tergantung kesiapan pribadi.

Keuntungannya jelas, saya bisa hemat biaya dan energi karena tidak
perlu bertemu langsung dengan pewawancara di kota yang bisa jadi
berbeda dengan yang saya tinggali. Barangkali kendala bisa muncul dari
sisi teknis. Waktu itu saya deg-degan karena hari sedang hujan, dan
kadang kalau hujan listrik suka padam. Kalau listrik padam, komputer
tidak bisa menyala dan wawancara bisa batal. Untungnya hal itu tidak
terjadi. Kendala lain bisa muncul dari kualitas suara telepon. Kalau
suara tidak jernih (bahasa Jawanya : kresek-kresek), tentu komunikasi
menjadi tidak lancar. Kemudian, kalau bisa pastikan lingkungan sekitar
Anda menerima telepon tenang, atau cari tempat yang tenang untuk
menerima telepon.

Semoga tulisan saya bisa membantu. Selamat berjuang!

Hormat saya,

Nicholas Mario Wardhana

Saya pernah sukses dapet job offer 2 kali hanya dgn telephone
interview. Untungnya telephone interview, sewaktu menjawab pertanyaan
kita bisa baca material di depan meja kita. Sebagai contoh, sewaktu
mereka tanya apa yang kamu lakukan sewaktu thesis S1 dan S2, etc.
Saya hanya buka semua thesis2 tsb atau buku2 catatan kuliah, dan
membacanya sebagai jawaban. Untungnya dgn membaca ya jawabannya jadi
lancar tanpa jeda/terputus. Dan juga kita bisa melihat script
pertanyaan (expected quetions) dan jawaban (possible answers) yang
sudah kita persiapkan sebelumnya. Padahal kalo face-to-face interview
ya nggak mungkin selancar itu.

Kemungkinan lolos-nya sama atau tidak dibandingankan face-fo-face-
interview sepertinya tergantung jawaban yang kita berikan. Yang
jelas, telephone interview bagi saya pribadi sih lebih menguntungkan.

Tipsnya bisa lihat di:
http://jobsearch.about.com/cs/interviews/a/phoneinterview.htm

Regards

Iwan Adhicandra
Pisa, Italy

kebetulan saya baru saja melakukan interview via telepon, namun hanya untuk admission, bukan scholarship. Memang benar kelebihanya adalah kita bisa membaca material yang telah kita siapkan. namun yang perlu diperhatikan juga mungkin interview melalui telepon ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Waktu itu pewawancaranya hanya menanyakan pada saya hal-hal yang saya tuliskan di personal statement. Jadi sebaiknya memang jangan lupa menyiapkan copy dari personal statement dan informasi pribadi seperti CV/pengalaman kerja/riset dsb. Intervienya sendiri hanya berlangsung sekitar 20-30 menit.

Saya udah pernah wwcr neso face to face dan by phone. By phone 2 kali tahun lalu pas saya lg tugas di Papua dan gagal total. Face to face taun ini dan lagi tunggu hasil. Plus minus di bawah ini saya buat berdasarkan perbandingan saya pribadi.

By phone

Minus: ga bisa tau ekspresi masing2, jadi butuh kata2 buat bisa meyakinkan interviewer. Gatau kenapa, waktu itu interview berasa lamaaaa banget, molor jauh dari alokasi waktu. Katanya cuma 15 menit jadi hampir sejam. Cape ngomong di gagang telp. Kuping panas. Wawancara jadi terasa tegang, bener2 tanya jawab yg kaku.

Plus: bisa nyontek. Kita bisa siapin daftar pertanyaan yg mungkin sekalian jawabannya. Jadi kl pertanyaannya bener keluar tinggal baca jawaban. Dgn by phone, jarak jd ga masalah. Kita masih punya peluang meski ga bisa hadir in person. Artinya, jauh dari Jakarta bukan berarti keilangan kesempatan.

Face to face

Plus: wawancara berjalan cair karena kita bisa tau ekspresi interviewer. Saya nganggepnya malah bukan wawancara tapi ngobrol, kadang juga ketawa cekakakan bareng2. Mereka juga sambil ngopi-ngopi. Malah kemarin saya lbh banyak ngobrolin soal masalah lain, bukan ttg motivasi aplikasi saya. Waktu yang dialokasi buat saya waktu itu cuma 30 menit kerasa pendek banget saking keasikan ngobrol.

Minus: sebenernya hampir ga ada ruginya wwcr face to face. Cuma ga bisa nyontek aja. Tapi ga bisa nyontek malah lebih bagus soale kita jawabnya malah bisa ngalir lebih natural, ga kepatok sama contekan.

-------------------

By phone atau face to face materi wwcr kurang lebih sama. Soal kans lolos tergantung jawaban kita dan cara kita merespons pertanyaan atau pernyataan interviewer.

Semoga bisa ketemu di belanda taun ini.

esther tanuadji wrote: kebetulan saya baru saja melakukan interview via telepon, namun hanya untuk admission, bukan scholarship. Memang benar kelebihanya adalah kita bisa membaca material yang telah kita siapkan. namun yang perlu diperhatikan juga mungkin interview melalui telepon ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Waktu itu pewawancaranya hanya menanyakan pada saya hal-hal yang saya tuliskan di personal statement. Jadi sebaiknya memang jangan lupa menyiapkan copy dari personal statement dan informasi pribadi seperti CV/pengalaman kerja/riset dsb. Intervienya sendiri hanya berlangsung sekitar 20-30 menit.

Beasiswa S2 S3 Australia [Info Beasiswa Internasional]

Posted: 22 May 2008 05:23 AM CDT

Moderator dan Rekan2 milis,

Saya mengucapkan terima kasih sekali and apresiasi yang tinggi kepada
member milis beasiswa, terutama untuk moderatornya. Saya join milis
in saat masih tahun pertama kuliah S1. Dari situ, banyak sekali info2
yang sangat berguna dalam aplikasi beasiswa di luar negeri. Tak
jarang pula banyak kisah yang menurut saya cukup inspiring dan
motivating buat scholarship hunter. Ada pula diskusi seperti status
kewarganegaraan yang tinjauannya cukup menarik dari berbagai sudut.

Sejak mengenal milis beasiswa ini saya mulai berani bermimpi untuk
bersekolah sampai jenjang yang tinggi (paling tinggi klo mungkin)..
Untuk mewujudkan mimpi itu tentu perlu perjuangan yang tidak gampang.
Sejauh pengamatan saya, beasiswa seperti ADS, Fullbright, dsb
diutamakan untuk dosen/PNS. Dalam hal tertentu, beberapa beasiswa
mempersyaratkan pengalaman kerja, padahal keinginan melanjutkan
kuliah lagi setelah S1 selesai.

Dari situ saya pun berpikir untuk keluar dari pakem.. Saya menantang
diri saya sendiri untuk berani berkompetisi untuk beasiswa umum yang
terbuka bagi orang seluruh dunia.. Untuk pengalaman kerja, saya bakal
memperkaya dengan riset2 yang dilakukan saat masih kuliah S1.

Dan alhamdulillah, mimpi saya tadi perlahan-lahan mendekati kenyataan
skrg. Setelah lulus 1 thn setelah kuliah, alhamdulillah saya
mendapatkan offer 5 beasiswa dari 7 beasiswa yang saya daftar. EIPRS
and MIRS adalah 2 beasiswa pertama yang di-offer untuk study MEngSc
dan PhD di University of Melbourne. Saya pun lolos untuk beasiswa
Erasmus Mundus program Master of Research on ICT (MERIT). Dua
terakhir adalah beasiswa dari Cambridge, i.e. Overseas Research
Studentship (ORS) dan Cambridge Overseas Trusts (i.e.Yousef Jameel
Scholarship) untuk study PhD di University of Cambridge. Kemungkinan
besar saya memutuskan untuk mengambil yang terakhir ini.

Perjuangan mencari beasiswa tsb memerlukan usaha keras, kesabaran,
dan tawakal. Yang paling berat adalah yang 2 terakhir. Kompetisi yang
intens membuat saya hanya bisa mengusahakan yang terbaik menurut
kemampuan saya dan berpasrah kepada 4JJI SWT. Kalaupun memang jodoh,
pasti akan dimudahkan oleh-Nya. Beberapa anggota milis beasiswa juga
sempat berkorespondensi privat ttg peluang2 beasiswa di UK. Terima
kasih untuk semuanya dan mudah2an 4JJI membalas kebaikan kalian
semua. Lebih dari ini semua, perjuangan setelah mendapatkan beasiswa
pasti lebih terjal dan berliku..

Untuk yang masih berjuang mencari beasiswa, semangat ya! Mulai dengan
planning dan cari informasi.. Dalam zaman informasi seperti ini,
siapa yang punya informasi lebih banyak, dia lah yang bakal punya
lebih banyak keuntungan. Kenali juga potensi dan kemampuan diri dan
optimalkanlah hal2 tsb dalam mencari beasiswa.

Cheers,
Taufiq

No comments: